• Narsis Tidak Dilarang

    Para ahli memperkiraan bahwa hanya ada 5% orang yang memiliki NPD. Dikutip dari Psych Central, laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami NPD dibanding perempuan...

  • Cerita Hileud Jepang

    Semuanya bermula dari 20 tahun yang lalu...

15 September 2010

Bantulah Blogger Lain Menemukan Idenya Sendiri

aLamathuR.com - Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk orang lain adalah bukan dengan membagikan kekayaan yang Anda miliki kepada orang lain, tetapi alangkah lebih baiknya untuk membantu orang lain menemukan kekayaannya sendiri. Inilah pernyataan yang pernah dikemukakan oleh Benjamin Disraeli. Terlepas dari siapakah gerangan orang ini, seorang pakar atau bukan, yang jelas ada pelajaran berharga yang bisa diambil dari apa yang sudah disampaikannya.

Dalam konteks ngeBlog, kata bijak diatas secara sederhana bisa kita adaptasi dan sedikit dimodifikasi menjadi seperti ini: 

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk blogger lain adalah bukan dengan membagikan kreatifitas yang Anda miliki kepada blogger lain, tetapi alangkah lebih baiknya untuk membantu blogger lain menemukan kreatifitasnya sendiri.

atau lebih spesifik, bisa juga menjadi seperti ini:

Hal terbaik yang bisa Anda lakukan untuk blogger lain adalah bukan dengan membagikan ide menulis yang Anda miliki kepada blogger lain, tetapi alangkah lebih baiknya untuk membantu blogger lain menemukan idenya sendiri dalam menulis.

Jika semua orang sudah menyadari hal ini sekaligus bisa mengaplikasikannya, pasti dalam waktu kedepan tak akan Anda temukan lagi orang-orang yang gemar meneriakkan kampanye anti copas (copy-paste) tulisan lain.

Bukan begitu, begitu bukan ???

14 September 2010

Blogger Mudik : Plat Nomor B Sang Penunjuk Jalur

aLamathuRs.com - Jujur saja, inilah pengalaman yang awalnya sedikit ragu untuk saya tulis disini. Secuil pengalaman unik dari perjalanan balik mudik kemarin. Karena ini adalah pengalaman solo-touring Tasik-Jakarta pertama saya dengan sepeda motor, maka saya pun masih benar-benar buta dengan jalur jalan yang harus dilewati. Sejak berangkat dari rumah, langsung terpancang niat untuk mengunjungi pos rehat lebaran yang saya pikir akan mudah saya temui di sepanjang jalur mudik. Tujuannya sederhana, hanya untuk meminta peta panduan jalur jalan. Setelah meluncur dan menyusur sepanjang jalan, ternyata sepanjang jalur mudik ini hanya saya temui tiga pos rehat yang sudah sepi. Disana pun tak menyediakan peta jalur mudik yang saya perlukan..paraahh..

Akhirnya perjalanan pun terpaksa berlanjut dengan panduan jalan seadanya. Setiap menemukan rambu penunjuk jalan bertuliskan arah ke Jakarta, ya saya ikuti. Celakanya, ternyata rambu penunjuk arah jalan ini terkadang tidak setiap perempatan/tikungan dipasang. Akibatnya terkadang saya harus menghentikan dulu sepeda motor saya sekedar untuk menunggu kendaraan mudik berplat nomor B (Jakarta).

Lucunya, tidak jarang ketika sampai pada sebuah persimpangan jalan, kendaraan berplat nomor B ini terpecah jalurnya. Inilah yang terkadang membuat saya mau tiak mau wajib mengoptimalkan naluri saya hahaaa.. Maklum, saya termasuk orang yang sedikit malas untuk menghentikan kendaraan hanya untuk menanyakan arah jalan. Padahal bukankah hal itu tentu merupakan modal yang harus dimiliki oleh kebanyakan bikers khususnya yang hobi melakukan touring jarak jauh?

Setelah sedikit meraba-raba jalur dengan mengikuti setiap kendaraan berplat nomor B ini, akhirnya sampai juga di daerah Karawang. Jam tangan saya sudah menunjukkan hampir pukul 18:00. Artinya sudah hampir enam jam saya menempuh perjalanan ini tanpa istirahat! pantat terasa panasss, tangan mulai pegal, kaki dingin, karena kondisi hujan yang membasahi sepatu kanvas saya..

Di salah satu persimpangan jalan yang lagi-lagi saya tidak tahu namanya, saya dibuat pusing ketika tak ada satupun rambu penunjuk jalan yang terpasang. Sialnya lagi, sudah beberapa menit saya tunggu kendaraan mudik berplat nomor B pun tak terlihat satupun. Saya pun putuskan untuk tetap setia menunggu di persimpangan jalan (hahaaa... seperti judul lagu saja yah..?)

Beberapa saat kemudian, muncullah rombongan sepeda motor berplat nomor B yang saya tunggu-tunggu. Alhamdulillah, akhirnya Tuhan menunjukkan kepada hambanya ini kepada jalan yang benar yang harus dipilih. Daripada saya sok tahu dan ternyata nyasar ke daerah antah berantah? mungkin seperti inilah pilihan yang lebih bijak. Bukan begitu, begitu bukan?. Perjalanan pun berlajut.. tarrriikkk maaanggg...

Setelah berpuluh-puluh kilometer menempuh jalur, kemudian sampailah ke daerah Bekasi. Dari sini sudah tak ada masalah lagi buat saya karena rambu penunjuk jalan sudah sangat mudah ditemui di setiap persimpangan. Jadi, sang plat nomor B sudah sedikit saya acuhkan, walaupun tidak sepenuhnya. hahaaa.. maklum saja, kadang saya masih sering nggak ngeh juga dengan rambu yang baru terlihat secara mendadak..

Akhirnya, tepat pukul 20:30 sampailah saya di rumah dengan selamat. Karena langsung terinspirasi untuk membuat reportasenya, jadi kemudian saya mencatat ide tersebut dalam benak terlebih dahulu (karena laptop dan alat tulis saya masih terpacking rapi dalam tas). Pagi ini sempat terbersit sedikit keraguan juga apakah cerita ini harus saya tulis disini. Tapi kembali saya teringat dengan nasihat Pak Guru Anas, tentang menulis dan menulis. Menulis tentang apapun yang ada di kepala. Menulis tentang apa yang ingin kita tulis walaupun belum tentu ingin kita bagi.

Sebagai penutup, tidak lupa saya ucapkah jutaan terima kasih kepada ratusan Plat Nomor B yang telah membantu menuntun saya dalam menempuh jalur mudik tahun ini sehingga bisa selamat sampai tujuan. Ternyata eksperimen mudik tahun banyak memberikan pelajaran berharga
 
 

Blogger Mudik : Eksperimen Memberikan Pelajaran Berharga

aLamathuRs.com - Kemarin, untuk pertama kalinya dalam sejarah pengalaman mudik saya, dengan 'sedikit memaksakan diri' akhirnya bisa juga mudik menggunakan si kuda besi. Meskipun ini hanya untuk touring dalam rangka arus balik (perjalanan kembali dari kampung halaman ke Jakarta lagi), tetap saja perjalanan kemarin cukup menguras energi dan konsentrasi tingkat tinggi. Bayangkan saja, selama kurang lebih sembilan jam duduk mengendarai si kuda besi kesayangan dari ujung selatan (Tasik) sampai ujung utara pulau Jawa (Jakarta), dalam kondisi hujan sangat deras...

Untuk sebagian orang yang memiliki hobi touring (a.k.a bikers), mungkin jalur ini termasuk pendek dan biasa-biasa saja. Tapi untuk saya, jujur inilah pengalaman pertama touring cukup jauh dengan sepeda motor, tanpa boncenger, tanpa istirahat, dan yang paling penting: tanpa dicita-citakan! hahaaa...

Perjalanan kemarin seakan menjadi sebuah mimpi buruk yang benar-benar harus saya nikmati. Bagaimana tidak, jalur yang saya pilih ternyata diluar bayangan semula, alias benar-benar jauuuhhh. Ampun deh! Hujan deras yang mulai turun setelah satu jam take off dari halaman rumah (emang pesawat? heheee..) tak henti-hentinya setia menemani sampai dengan tujuan akhir. Jalur yang dipilih (lewat Purwakarta), kemarin memang belum terlalu padat, meskipun menurut prediksi awal justru kemarinlah yang akan menjadi puncaknya arus balik lebaran. Hanya beberapa kelompok sepeda motor berplat nomor T dan B saja yang memenuhi jalanan, dan sesekali diselingi mobil pribadi dan bus ukuran sedang.

Kondisi jalan yang cukup lengang membuat banyak sepeda motor menggenjot kecepatannya sampai rata-rata 90 km/jam-an, tetapi dengan kondisi jalanan yang cukup licin akibat hujan yang tak berhenti turun, maka perlu handling motor yang benar-benar prima untuk menaklukan jalur yang licin dan berbelok-belok. Sebagai catatan, dalam rentang tidak kurang dari satu jam saja, di depan saya terjadi lima kecelakaan sepeda motor. Kebanyakan diantaranya mungkin disebabkan karena kondisi pengemudi yang lelah dan mengantuk. Untungnya dari kecelakaan motor tersebut sepertinya kondisi korban tidak ada yang sampai meninggal, hanya ada beberapa korban yang mengalami luka-luka dan sepeda motor yang sedikit penyok.. hhhmmm...

Alhamdulillah, tepat jam 20:30, akhirnya sampai juga di Ibukota. Sampai rumah, langsung ganti baju, beres-beres, makan, dan nongkrong di depan tv sambil menyiapkan sedikit catatan untuk bahan reportase kepada rekan blogger hari ini. Selang beberapa menit kemudian, akhirnya saya terlelap di depan tv. Tetapi, jam 2 pagi terbangun karena ingat belum shalat Isya..

Dan pagi ini, dengan 'sedikit memaksakan diri' juga saya berangkat ke kantor berbekal energi yang masih tersisa tadi malam. Meskipun dengan kondisi badan yang masih belum terlalu fit, saya harus konsekuen dengan tanggung jawab pekerjaan yang sudah menunggu di kantor. Mudah-mudahan dengan secangkir kopi pahit di tempat kerja bisa memulihkan stamina saya, setidaknya untuk tetap bisa fight hari ini...

Semangatt..!!!

06 September 2010

Ini Malam Tersaji, Sore Kemarin Kabar

aLamathuR.com - blog posting menulis (niat) dengan sampai, kerja email cek, forum diskusi mengintip, aplikasi download dari mulai, beragam terlalu agendanya itu kemarin karena alasannya Mungkin. blog dalam diskusi rekan-rekan menyapa blogging aktivitas melakukan untuk saya bagi cukup tidak itu ternyata, komputer depan nongkrong jam satu selama Meskipun. rumah sebelah warnet di dilakukan harus mau tidak mau online aktivitas maka, non-teknis kendala ada dikarenakan, biasanya seperti Tak. puasa berbuka jam menunggu sambil dilewati, kemarin sore blogging Aktivitas.

karuan tidak terbalik-balik menjadi inipun posting menulis sampai-sampai ngawur menjadi pun saya otak dalam Ide .online game atau playstation rental di suasana mirip menjadi itu tempat membuat berisik semakin lama semakin yang Suasana .Youtube hanya itu tempat ke datang saya awal sejak buka mereka yang, saya setahu padahal ...pula Berisik. sesak penuh menjadi pun itu meter 3 x meter 2,5 berukuran hanya yang warnet ruangan, ayal Tak. ...lah SD tiga atau dua kelas sekitar mungkin, kecil anak empat sampai dua oleh dipakai diantaranya tiga, lagi Parahnya.. warnet operator milik termasuk, unit lima sebanyak komputer ada hanya disana, saja Bayangkan. menulis konsentrasi untuk memungkinkan tidak sangat itu sempit warnet di suasana tetapi, dituangkan untuk ide ada tak atau niat ada tak Bukan. blog posting menulis, terakhir yang kecuali terlaksana agenda Semua.

informasi mengolah dan membaca dalam terlatih semakin akan Anda otak maka ini tulisan membaca dengan semoga doakan Saya .terbalik-balik kata susunan dengan walaupun, ini tulisan membaca mau ikhlas dengan telah yang Anda seperti baik orang ada masih ternyata untungnya Tapi.

02 September 2010

Bagaimana Menjadikan Blog Sebagai Bacaan Favorit

aLamathuR.com -  Suatu ketika, pernah saya berdiskusi dengan beberapa rekan sewaktu kuliah di Bandung tentang bacaan favorit masing-masing. Dari obrolan sederhana ini, saya mendapatkan gambaran ternyata novel menempati peringkat pertama sebagai bacaan paling disukai. Ada yang suka dengan serial Agatha Christie, John Grisham, sampai dengan beberapa novelis fenomenal negeri ini seperti Andre Hirata dan Habiburrahman El Shirazy. Selain novel, jawaban yang muncul sangat bervariasi, ada memilih lebih suka membaca koran, majalah sampai dengan komik jepang (anime). Kemudian saya pun bertanya kenapa tidak ada yang memilih blog sebagai bacaan favorit? Inilah Pe-eR untuk kita semuanya sebagai seorang blogger.

Untuk menjadikan blog kita sebagai sebuah bacaan favorit, sepertinya sudah waktunya kita mengkaji ulang paradigma blogging kita selama ini. Apakah sudah mengena dengan hati pembaca blog kita?

Menulis dalam blog sejauh ini memang termasuk dalam kategori menulis bebas. Kenapa saya katakan demikian? Karena sepengetahuan saya, ilmu blogging itu sendiri masih belum ada ketentuan bakunya, baik itu dalam segi aturan penulisan ataupun dalam segi penyajian tampilannya. Tetapi ada beberapa hal yang mungkin bisa kita jadikan patokan ketika gagasan yang kita tuangkan dalam posting blog dianggap 'sukses mempengaruhi' pembaca kita. 

Penilaian atas keberhasilan sebuah tulisan dalam mempengaruhi pembacanya memang bisa bersifat sangat relatif, bahkan cenderung bisa sangat subjektif. Tetapi jika saya boleh berpendapat, maka saya akan merumuskan beberapa tolok ukurnya seperti ini: Tulisan kita dalam blog akan dianggap sukses mempengaruhi pembaca, ketika:

  1. Pembaca merasa mendapatkan manfaat dan inspirasi dari apa yang kita sampaikan dalam tulisan/posting blog kita.
  2. Pembaca blog kita dapat meneruskan pesan dari apa yang kita tulis kepada yang lainnya. Bentuk penyampaian berikutnya bisa berupa posting ulang dengan kata-kata dan gaya bahasa yang berbeda, atau mungkin juga hanya meneruskannya secara lisan kepada teman atau orang lain disekitarnya.
  3. Pembaca kita mengetahui bagian intinya dari tulisan kita, sehingga bisa menjelaskan poin-poin penting yang menjadi pokok bahasan.
  4. Pembaca kita merasa terikat secara emosional dan atau secara intelektual dengan isi tulisan kita. Bahasa sederhananya, ketika tulisan kita berhasil menyentuh hati (heart) dan atau pikiran (minds) pembaca. Bagian inilah yang paling sulit tetapi sekaligus bisa menjadi nilai tambah.

Jadi, sudah siapkah untuk menjadikan blog anda sebagai bacaan favorit bagi pembaca Anda? Sudah siapkah apa yang Anda tulis untuk benar-benar dinikmati pengunjung blog Anda? Semoga ini bisa menjadi tantangan tersendiri bagi rekan blogger semuanya.....