• Narsis Tidak Dilarang

    Para ahli memperkiraan bahwa hanya ada 5% orang yang memiliki NPD. Dikutip dari Psych Central, laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami NPD dibanding perempuan...

  • Cerita Hileud Jepang

    Semuanya bermula dari 20 tahun yang lalu...

  • My Bike My Pride

    Riding a motorcycle can be a great hobby for me. It can provide a sense of freedom and adventure, as well as an opportunity to enjoy the outdoors and explore new places...

29 June 2024

Judi Online : Naik 8.000%

aLamathuR.com - Topik judi online masih hangat!. Banyak media masih memberitakan. Koran, TV sampai media sosial ramai mengulas. Mulai pembahasan statistik, sebaran pelaku, kasus perceraian suami istri sampai kasus istri bunuh suami karena uang gajinya habis digunakan judi online. Komplit.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), merilis data total transaksi judi online warga Indonesia menembus diatas angka Rp 327 triliun pada tahun lalu. Angka ini melonjak 213% dari nilai transaksi tahun sebelumnya sebesar Rp 104,41 triliun. 

Secara historis, jumlah ini bahkan jauh melambung tinggi. Menurut rilis data yang pernah dipublikasikan portal berita CNBC Indonesia, dalam 5 tahun terakhir, transaksi judi online warga RI tercatat sudah melejit lebih dari 8.000 % dari tahun 2018 yang "hanya" sebesar Rp 3,97 triliun.

Para pemain judi online di balik angka transaksi ratusan triliun itu terdiri dari 2,76 juta orang pengguna. Sebanyak 2,19 juta di antaranya merupakan masyarakat berpenghasilan rendah dengan profil pelajar, mahasiswa, buruh, petani, ibu rumah tangga, dan pegawai swasta.

Sebagian tentunya karena terdesak faktor ekonomi, sebagian lainnya karena memang hobi. Budaya mencari peruntungan dengan cara instan, tanpa mau bersusah payah. Kacau!

18 May 2024

Mengendalikan Situasi

aLamathuR.com
- Kita hanya bisa mengendalikan apa yang ada dalam kendali kita yaitu pikiran dan tindakan kita sendiri. Selain itu merupakan hal eksternal di luar kendali kita. Oleh karenanya, yang dapat kita kendalikan adalah penilaian kita terhadap hal eksternal ini; peristiwa, situasi, pikiran, pendapat orang lain terhadap kita.

Saat berada di sebuah situasi, bedakan apa yang bisa kita ubah dan yang tidak, apa yang dapat kita pengaruhi dan yang tidak. Pakai waktu sebijak mungkin untuk mengubah dan mengendalikan apa yang dapat kita ubah.

Semakin kita berusaha untuk mengendalikan segala sesuatu di luar kuasa kita, akan semakin mudah juga untuk kita merasa tertekan.

Tapi jangan lupa, jangan juga jadi pembenaran...

Banyak dari kita yang menghindari tekanan. Lebih karena malas untuk berusaha, untuk mencari cara. Hanya berupaya menemukan alasan untuk membenarkan keadaan.


25 February 2024

Rosemary & Rocket Rockers Premier Pics

Setelah vakum cukup lama posting, sepertinya sekarang waktu yang tepat buat lanjut ngeBlog lagi. Semangat nulis memang belum sepenuhnya kembali seperti jaman dulu, tapi lumayan lah daripada tidak sama sekali.

Perdana di tahun 2024 ini, waktunya rilis perdana foto lama hasil jepretan sendiri. Dari event Telkomsel Loop One Million Dream Concert, di Eldorado Bandung tahun 2014, alias 10 tahun yang lalu. Baru dikeluarin sekarang ni fotonya. Exclusive hanya di alamathur.com 

Yang mentas ada Rosemary, Rocket Rockers, Tulus dan banyak lagi. Tapi tulus gak sempet kepoto Uy...  Cekidot!






































Semua foto bebas boleh dicopy. Tapi jangan dihapusin captionnya ya. Tq

09 March 2023

LEGO LEGEG

Perkenalkan : LEGO LEGEG. Akun instagram yang baru dibuat akhir 2022 sekedar menyalurkan hobi anak pertama, main LEGO. Campuran dari koleksi lego original dan kw+ yang dibeli dalam kondisi baru dan bekas, termasuk lego curah. Ngasah kreatifitas, imajinasi sambil belajar melatih kepekaan jiwa seninya.

Beberapa bentuk dibuat, ditata lalu dijadikan objek jepretan kamera. Dan jadilah beberapa foto artistik. Sebagian dikerjakan sendiri, sebagian lainnya dikerjakan bareng teman bermain sekitar rumah

Ini sebagian diantara hasilnya...






Lihat lebih banyak di IG nya langsung yo........  @lego_legeg 

Marah : Mengendalikan atau Dikendalikan

aLamathuR.com - Rasa marah selalu bisa dipicu dari hal apapun. Bisa marah pada seseorang atau bisa juga pada situasi, misalkan saat terjebak dalam kemacetan lalu lintas. Bisa juga saat khawatir dengan masalah pribadi. Kenangan masa lalu tentang kejadian yang tidak menyenangkan juga bisa saja menyebabkan perasaan marah.

Cara intuitif untuk mengungkapkan kemarahan adalah dengan bereaksi secara agresif. Marah adalah reaksi alami terhadap ancaman; itu menciptakan emosi dan perilaku yang intens, yang memungkinkan kita membela diri saat diserang. Karena itu, jumlah kemarahan yang seimbang diperlukan untuk kelangsungan hidup kita. Ingat! kemarahan seimbang dalam arti sesuai porsinya saja. Tidak perlu berlebihan.

Kita semua pernah merasakan kemarahan, dan tahu tentang apa itu. Kemarahan itu normal, dan seringkali merupakan emosi manusia yang sehat. Tapi itu menjadi masalah ketika lepas kendali dan menjadi destruktif. Ini sering mengarah pada masalah di tempat kerja, masalah dalam hubungan pribadi, dan kualitas hidup kita secara keseluruhan. 

It is this consequence that makes us feel that we are the mercy of this unpredictable and uncontrollable emotion ....

Namun kita tidak dapat melakukan tindakan fisik pada setiap orang atau objek yang mengganggu kita. Hukum, nilai, dan norma masyarakat membatasi seberapa jauh kita bisa mengungkapkan kemarahan kita.

Orang sering menggunakan campuran tindakan sadar dan tidak sadar untuk mengatasi perasaan marah mereka. Tiga pendekatan umum adalah mengungkapkan, menekan, dan menenangkan.

Cara paling sehat untuk mengungkapkan kemarahan adalah dengan mengungkapkan perasaan ini dengan cara yang tegas (tidak merusak). Untuk bersikap asertif, kita harus belajar bagaimana mengekspresikan dengan jelas apa kebutuhan kita, dan bagaimana kebutuhan itu dapat dipenuhi, dan tanpa menyakiti orang lain. 

Bersikap asertif bukan berarti agresif. Sebaliknya itu berarti menghormati orang lain dan yang paling penting adalah diri kita sendiri.

Karena pada akhirnya, poin terpentingnya adalah "kita harus bisa mengendalikan rasa marah, bukan rasa marah yang mengendalikan diri kita".