• Narsis Tidak Dilarang

    Para ahli memperkiraan bahwa hanya ada 5% orang yang memiliki NPD. Dikutip dari Psych Central, laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami NPD dibanding perempuan...

  • Cerita Hileud Jepang

    Semuanya bermula dari 20 tahun yang lalu...

  • My Bike My Pride

    Riding a motorcycle can be a great hobby for me. It can provide a sense of freedom and adventure, as well as an opportunity to enjoy the outdoors and explore new places...

30 January 2012

Operasi Minor Pulsar

aLamathuR.com - Masih ingat dengan posting Pulsar di bulan Juli tahun lalu? Ini tautan postingnya. Yup, waktu itu ceritanya adalah perjuangan untuk mendapatkan si kuda besi ini. Dan akhirnya setelah beberapa bulan nongkrong di rumah, sekarang tampilannya sedikit berubah, karena sudah mengalami operasi minor pada tampilan luarnya, mulai lampu depan, spakbor depan, fairing sampai ban depan-belakang. Meskipun perubahan fisiknya lebih dikarenakan peristiwa insidental, tetapi luamayan lah hasilnya, nggak jelek-jelek amat.

Jadi ceritanya bermula seperti ini : Sekitar empat bulan yang lalu, tepatnya momen lebaran 2011, saya mudik dengan motor ini dengan rute Sukabumi-Bandung-Tasikmalaya. Pada perjalanan Bandung-Tasikmalaya, saya mengalami musibah kecelakaan tabrakan yang menyebabkan lampu depan pecah, tangki bensin penyok, spakbor depan hancur, serta bodi samping kanan tergores. Ketika masuk bengkel, ternyata stock batok lampu Pulsar P135LS di bengkel resmi Bajaj di Sukabumi sedang kosong dan harus Indent minimal selama 2 bulan untuk mendapatkannya.



Saya pikir jika harus menunggu 2 bulan untuk mendapatkan lagi lampu depan, maka artinya harus 2 bulan juga motor nganggur karena tidak mungkin digunakan tanpa lampu depan. Bisa-bisa bakal jadi sasaran Tidak mungkin!

Akhirnya coba dikonsultasikan dengan beberapa bengkel di dekat rumah, dan kebetulan ada yang menyarankan untuk mencoba untuk mengganti lampu depan motor ini dengan batok lampu punya Suzuki Satria FU150. Setelah dicoba diakali termasuk dengan dudukannya, eh ternyata pas. meskipun terlihat lebih kecil dibanding dengan lampu asli bawaan Pulsar.


Tak lama kemudian, terpikir untuk mengganti elemen lainnya agar motor ini tampak semakin cihuy. Langkah berikutnya adalah dengan mengganti Spakbor depan dengan milik Kawasaki Ninja RR. Memang pemasangannya diperlukan 2 buah plat tambahan untuk dudukan baut, tapi tidak masalah. Maka jadilah tampilan spakbor ninja di pulsar.

Setelah spakbor diganti, ternyata tampilannya menjadi "janggal" karena dengan spakbor baru yang ukurannya lebih lebar, menjadikan ban depan bawaan Pulsar semakin terlihat kecil, hampir mirip ban sepeda. hahaaa.. akhirnya muncullah ide untuk memindahkan ban belakang ke depan (ide yang sebenarnya konyol, karena ban belakang beda karakter kembangnya dengan ban depan), dan mengganti ban belakang dengan ukuran yang lebih besar.

Sentuhan terakhirnya adalah dengan menempelkan fairing milik Yamaha Vixion ke bodi kiri dan kanan. Plus menambahkan beberapa plat untuk dudukan baut di setiap bagian yang diperlukan. Memang tampilan fairing ini belum maksimal dan terkesan dipaksakan, tetapi tak apalah.. karena rencana saya kedepan memang akan menggantinya dengan fairing custom dan kebetulan saya sudah menemukan orang yang tepat untuk pengerjaan pembuatan fairing custom ini.

Jadi tinggal tunggu saja tampilan baru dari motor ini dalam beberapa bulan kedepan akan seperti apakah gerangan.. lebih baik atau lebih jelek?

Nongkrong Bareng dengan Pulsarian Sukabumi

Kalau lupa dengan tampilan asli motor ini, boleh bernostalgia dengan foto-foto dibawah :

Pulsar 135 LS : Minggu Pertama Nongkrong di Halaman Rumah

Pulsar 135 LS : Minggu Pertama Nongkrong di Garasi

Ambon Manise (Bagian ke-2) : "Masih Bertualang!"

aLamathuR.com - Posting kali ini merupakan jurnal lanjutan dari entri sebelumnya dengan judul yang sama. Kalau tidak salah, jalan-jalan kemarin sampai di Pintu Kota. Sebuah tempat yang dalam bayangan awal saya adalah sebuah gerbang atau gapura semacam tugu selamat datang memasuki kota Ambon, tapi ternyata bukan. Pintu Kota adalah sebuah tempat dimana di sebuah pantai terdapat batu karang besar menjulang dengan lubang ditengahnya menyerupai sebuah pintu gerbang besar. Info lain tentang tempat ini bisa dilihat dalam tautan ini.

Sekarang waktunya untuk posting sesi lanjutan dari foto jalan-jalan di tempat lainnya di kota Ambon. Di pantai liang, batu layar, benteng Amsterdam dll. Oke, sepertinya posting kali ini tidak akan terlalu banyak bercuap-cuap dengan kalimat, karena tujuannya memang hanya untuk pamer foto saja. :)

Pantai Liang (sore) : Yang Lain Ada Pasangan, Kita?
Benteng Amsterdam : Merana, Sendirian...
Pantai Hitu (siang) : Pura-pura Lihat Laut
Benteng Amsterdam (sore) : Bukan Foto Boyband/Girlband
Pantai Liang (sore) : ...Salah Pegangan
Pantai Gak Jauh Dari Batulayar (lupa namanya) : Mejeng Sore Dulu
Pantai Liang (lagi) : Biar Gak Penasaran, ..Loncat Saja!

Sekian dulu posting foto jalan-jalan di bagian ke-2 ini. Mudah-mudahan masih ada lanjutannya foto yang lebih bagus lagi, karena petualangan di Ambon Manise masih belum berakhir... setidaknya sampai sebulan lagi kedepan...

Jadi, tulisan ini masih tetap akan bersambung...

05 January 2012

Kabar Dari Ambon Manise (Bagian ke-1)

aLamathuRs.com - Awal tahun 2012, ada rasa yang berbeda dari momen pergantian tahun kali ini. Bukan karena acaranya, melainkan momen pergantian tahun kali ini harus dilewati ditempat yang jauh (sekali) dari rumah. Yup, jauh sekali dari rumah! Rencana awal untuk bisa tahun baruan di kota kembang, Bandung, ternyata harus mendadak dirubah dalam hitungan hari karena kantor tempat saya bekerja meminta saya tugas luar kota, di kota Ambon Manise, setidaknya untuk satu bulan kedepan, sampai akhir Januari! Bah, beta seng bisa tolak lay...

Bayangan pertama yang ada dalam pikiran adalah kenapa bisa ya dikirim ke sana? apa tidak ada orang lain yang lebih siap? ditambah dengan kondisi di kota Ambon akhir akhir menurut kabar di TV sedang kurang kondusif. Tapi meski bagaimanapun, inilah tugas. Sekali tugas, tetaplah tugas. Tugas yang harus diemban setidaknya untuk satu bulan ke depan.

Kesan pertama menjejakkan kaki di kota Ambon, suasana tidak terlalu ramai. Mungkin ini bisa dimaklumi karena saya tiba pas tanggal 25 Desember 2011, bertepatan dengan hari Natal. Jadi jalan-jalan dan beberapa pusat bisnis relatif sepi dari aktivitas sehari-hari.

Suasana ini berlanjut sampai dengan keesokan harinya, tanggal 26. Masih tetap sama. Suasana baru mulai berubah ketika mendekati tanggal 30 dan 31-an. Artinya momen pergantian tahun sudah di depan mata. Begitu malam tahun baru tiba, barulah susasana kota Ambon kembali hidup dengan berbagai keramaian dan pesta kembang api yang menghiasi langit Ambon. Seketika itu suasana sukacita seluruh penduduk kota tampak di berbagai penjuru kota.

Tak lama berselang, saya berpikir. Ternyata suasana Ambon itu tidakah seseram seperti yang saya bayangkan sebelumnya. Ternyata dalam beberapa hal kota ini tetap menyimpan sesuatu yang menarik disimak.. Contoh salah satunya adalah banyaknya objek wisata alam yang sangat menarik.. Pintu kota, Pantai Natsepa, Pantai Liang dll..



Ini salah satu buktinya...


Pintu Kota (bagian atas)

Pintu Kota (bagian karang bawah)

Pintu Kota (bagian atas)

Pintu Kota (bagian atas)

Pintu Kota (bagian atas)



Dan salah satu keunggulan disini yang saya rasakan adalah meskipun beberapa objek wisata ini belum digarap secara optimal, tetapi akses jalan untuk menjangkau tempat-tempat tersebut sangatlah mudah. Kondisi jalan di Ambon pada umumnya sudah sangat baik dan bebas macet.

...bersambung...