• Narsis Tidak Dilarang

    Para ahli memperkiraan bahwa hanya ada 5% orang yang memiliki NPD. Dikutip dari Psych Central, laki-laki memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami NPD dibanding perempuan...

  • Cerita Hileud Jepang

    Semuanya bermula dari 20 tahun yang lalu...

  • My Bike My Pride

    Riding a motorcycle can be a great hobby for me. It can provide a sense of freedom and adventure, as well as an opportunity to enjoy the outdoors and explore new places...

15 February 2013

Pulsar 135 : Beda Bengkel, Beda Cerita

aLamathuR.com – Tulisan ini asli berdasarkan pengalaman pribadi. Ketika dua hari yang lalu saya TuneUp Bajaj Pulsar 135 di bengkel resmi Bajaj yang ada di daerah Ciateul, Bandung. Begitu datang ke bengkel langsung diarahkan ke counter registrasi yang kebetulan satu ruangan dengan Suzuki. Langsung diminta isi data request detail service. Saya bilang minta diTuneUp, ganti olie sekaligus cek kelistrikan yang bermasalah.

Request pertama, TuneUp, gak ada masalah dan mekanik siap garap. Kemudian ganti olie ternyata meskipun statusnya bengkel resmi Pulsar, disitu gak nyediain olie resmi seperti bawaan pabriknya. Malah nawarin merek BM1 sama Shell. Kurang tahu juga apakah memang stocknya kebetulan lagi kosong atau memang tidak pernah nyetok sama sekali. Saya pikir daripada coba-coba, mendingkan saya urungkan untuk ganti olienya. Toh kalo olienya ternyata gak cocok sedikit banyak pasti ngaruh ke tarikan mesin, betul gak? **sok tau aja saya….


Cerita Soal Masalah Kelistrikan
Untuk request nomor 3 ni yang agak unik. Saya minta mekanik untuk cek kelistrikan. Ini saya mintakan khusus karena sebelumnya motor saya kebetulan ada masalah dengan lampu rem (belakang) yang gak normal, terus electric starter gak bisa berfungsi serta klakson hanya bisa bersuara kalo kondisi lampu jauh tidak dinyalakan (alias harus dalam posisi mati).

Keluhan ini sudah pernah dihandle oleh 3 bengkel resmi yang berbeda-beda. Bengkel resmi Bajaj SPM di daerah Rambay (Sukabumi), bengkel resmi Bajaj di daerah Ciaul (Sukabumi), serta Bengkel resmi Bajaj di daerah Ahmad Yani (Bandung). Hasil pengecekannya kata mekaniknya beda-beda pendapat :
  1. Menurut mekanik bengkel Bajaj Rambay (Sukabumi), problem kelistrikannya dari kabel body (utama) rusak harus diganti. Kemudian tanya ke bagian adm bengkelnya, harganya kisaran 200 ribuan. Nggak jadi saya ganti, karena kebetulan lagi bokek. Hahaaaa… 
  2. Menurut mekanik bengkel Bajaj Ciaul (Sukabumi), problemnya dari cell accu rusak, sehingga suplai arus kelistrikan tidak normal (terganggu). Accunya tidak bisa disetroom, harus segera diganti. Padahal baru setahun. Kata adm bengkelnya, harganya kisaran 215 ribuan. Masih penasaran juga, nggak saya ganti dulu.  
  3. Menurut mekanik bengkel Bajaj Ahmad Yani (bandung), problemnya ada di bagian accu dan kabel kelistrikan yang beberapa diantaranya harus diganti. Saran mekanik yang inipun saya cuekin, kali aja dia nebak-nebak lagi.


Setelah selang dua bulan kemudian, waktunya TuneUp lagi, 2 hari yang lalu motor coba saya bawa ke bengkel resmi Bajaj di daerah Ciateul (Bandung). Karena baru tahu juga bahwa ternyata ada bengkel Bajaj yang lebih deket dengan rumah di daerah Srimahi.

Berhubung servicenya di hari kerja (jam istrahat kantor), jadi motor saya tinggalkan saja di bengkel. Baru sekitar jam 3.an saya jemput. Motor pun selesai diservice jam 3 dan saya cek semuanya sudah normal lagi. Tarikan enak, dan yang paling penting SELURUH FUNGSI KELISTRIKAN KEMBALI NORMAL!!!

Karena penasaran, saya coba sekalian tanya-tanya ke mekaniknya soal penyakit motor saya sebelumnya. Ternyata, jawabannya MENCENGANGKAN sodara-sodara! Mekanik bengkelnya bilang gini : “semua komponen kondisinya masih bagus koq Pak, Nggak ada sparepart yang rusak atau harus diganti. Accu bagus, kabel-kabel juga oke, cuman saya rapih-rapihkankan saja sedikit jalurnya!”  Waduhhh…
Kesimpulannya
Apakah mekanik yang di Bengkel Bajaj Ciateul itu yang jago banget atau mekanik di bengkel sebelumnya yang masih perlu disekolahin lagi (bahasa halus dari ngasal, red). Wkwkwkwkkkk.. Piss mennnn… 

14 February 2013

BCU Pulsar, Canggih Tapi Sensitif

aLamathuR.com - Ngobrol-ngobrol sewaktu kopdar dengan beberapa bro pulsarian Bandung minggu lalu, banyak ngasi pelajaran baru buat saya dalam hal mengenali jeroan mesin pulsar. Salah satunya adalah soal penyematan teknologi BCU (Body Control Unit). Kabarnya, teknologi ini sangat canggih karena umumnya hanya bisa dijumpai dalam mesin mobil-mobil keluaran baru. Jadi dalam hal ini, kuda besi dari negeri sakura pun lewat! Meskipun dalam beberapa hal tertentu, jika dibanding-bandingkan maka akan tetap ada plus-minusnya.

Secara garis besar, BCU ini adalah Benda berbentuk kotak yang ditempatkan didalam headlamp (pada Pulsar 180 UG-4, 200 dan 220 minus kick starter) yang berfungsi :
  1. Sebagai pengatur sistem kelistrikan pada lampu utama, lampu senja, lampu indikator switch di stang, lampu sien, klakson, speedometer, elektrik starter dan lainnya
  2. Sebagai Flasher dan pengaman arus, bukan saja arus positif, tapi juga arus negatif
Sayangnya karena bagian adalah termasuk sangat sensitive dalam hal perawatan, maka perlu perlakuan khusus agar fungsinya tetap bisa diandalkan. Diantaranya :
  1. Untuk meminimalisir resiko konsleting, maka usahakan untuk menghindari mencuci motor dengan air tekanan tinggi pada bagian headlamp (terutama bagian bawah). Beberapa ranger pulsarian bahkan lebih senang mencuci bagian ini dengan membersihkannya dengan lap saja. Atau bisa juga solusinya dengan menambahkan pelindung khusus untuk bagian ini.
  2. Karena system kerja BCU memerlukan tegangan listrik yang sangat stabil, maka kondisi accu mutlak harus sering dikontrol untuk meminimalisir resiko kerusakan yang lebih fatal.
Dengan perawatan yang benar, maka BCU yang ada dalam pulsar kesayangan Anda setidaknya akan bisa lebih awet dan terpelihara. Bukan apa-apa, kalau mesti cepet ganti kan sayang, apalagi dalam rilis Harga Eceran Tertinggi yang pernah dirilis Bajaj Auto Indonesia, harga unit BCU ini ada di kisaran 431ribu s/d 456ribuan, tergantung varian motornya. Lumayan mahal kan? 
Penampakan BCU Pulsar : 


13 February 2013

Deepest Down

aLamathuR.com - Pada suatu ketika, kita pasti pernah dihadapkan dalam situasi yang (dalam pandangan kita) dirasakan ada di posisi kritis. Tak jarang sisi buruk diri kita kemudian akan mengarahkan pemikiran kita kepada hal-hal negatif. Kecenderungannya, jika pikiran-pikiran ini tak mampu dikendalikan, maka kemudian pemikiran ini akan teraktulaisasi dalam bentuk sikap dan perilaku yang buruk, bahkan cenderung negatif.

Dan itulah yang sedang aku rasakan saat ini. Ketika semuanya tidak berjalan sesuai dengan harapan…

Mudah-mudahan ada seseorang yang membimbingku untuk tetap bisa menapaki jalan yang lurus. Atau, jika tidak ada satu orangpun yang mampu membimbing aku, setidaknya ada Allah SWT yang (pasti) tidak akan keberatan untuk membimbing aku menapaki situasi sulit ini.. 

--------------------------------------------------------------
**disadur dari suara hati, Februari 2013