15 July 2026

Asal Bapak Senang

aLamathuR.com - Ada sebuah kebiasaan yang usianya mungkin lebih tua daripada mesin absensi sidik jari. Namanya sederhana, bahkan terdengar akrab: Asal Bapak Senang.

Ia tidak pernah benar-benar pensiun. Hanya berganti pakaian mengikuti zaman.

Dulu ia tinggal di balik map berwarna cokelat, ditemani laporan yang harum tinta printer. Kini ia berpindah ke layar monitor, bersembunyi di balik grafik yang dibuat lebih menanjak, foto kegiatan yang dipilih paling ramai, dan kalimat-kalimat yang dirapikan agar terdengar meyakinkan.

Di ruang rapat, semua tampak baik. Target seolah tercapai. Masalah tinggal cerita kecil. Semua mengangguk, semua tersenyum. Padahal, di sudut lain, pekerjaan masih mengejar napas, pelanggan masih menunggu jawaban, dan kenyataan sedang mengetuk pintu pelan-pelan.

Budaya ini memang pandai berdandan. Ia membuat yang biasa terlihat luar biasa, yang terlambat tampak tepat waktu, dan yang belum selesai terasa seolah sudah tuntas. Ia tidak selalu lahir dari niat buruk. Kadang ia tumbuh dari rasa takut. Takut mengecewakan, takut dimarahi, takut dianggap tidak becus.

Padahal, kenyataan tak pernah bisa disolek selamanya. Angka bisa dipoles, kata-kata bisa dipilih, tetapi hasil akan tetap menemukan jalannya sendiri. Seperti embun yang akhirnya jatuh, atau hujan yang tak bisa terus ditahan langit.

Barangkali yang dibutuhkan hari ini bukan lebih banyak pujian, melainkan lebih banyak keberanian. Keberanian berkata, "Masih ada yang harus diperbaiki." Keberanian mengakui bahwa jalan belum sampai di tujuan. Sebab organisasi yang besar tidak dibangun oleh kabar yang selalu menyenangkan, melainkan oleh orang-orang yang berani menyampaikan kenyataan.

Karena seorang pemimpin sejatinya tidak memerlukan cermin yang hanya memantulkan wajah terbaiknya. Ia memerlukan jendela, tempat ia bisa melihat dunia apa adanya.

Dan ketika kejujuran mulai lebih dihargai daripada kepura-puraan, mungkin saat itulah budaya lama itu perlahan kehilangan tempatnya.

Asal bapak senang memang membuat hari terasa tenang.

Tetapi asal pekerjaan beres, semua oranglah yang akhirnya merasa senang.



0 comments:

Post a Comment