07 August 2014

Jauh atau Dekat? Saya Pilih Dekat ...

aLamathuR.com - Pertanyaan yang saya tuliskan dalam judul diatas sebenarnya hanya berangkat dari sebuah uneg-uneg ditengah-tengah situasi konflik yang terjadi di Gaza. Terlepas dari akan diarahkan kemana isu ini oleh berbagai pihak (yang merasa berkepentingan), saya merasa ada hal yang lebih penting untuk sama-sama kita renungkan. Karena ini menurut saya penting, meskpun mungkin belum tentu menurut Anda. 

Siang ini saya baca update-update di Facebook tentang kondisi Gaza, Palestine. Tentang berita invasi Zionis Israel ke jalur Gaza dengan dalih untuk melumpuhkan kelompok Hamas yang (katanya) menjadi sasaran utama. 

Rasa simpatik masayarakat dunia pun bermunculan disana-sini. Ada yang mengatasnamakan persaudaraan seagama, ada pula yang mengatasnamakan kemanusiaan. Intinya semua bermuara kepada keprihatinan akan kondisi disana saat ini. Berbagai kelompok berlomba-lomba menunjukkannya melalui penggalangan bantuan dana dengan berbagai model. Entah itu akan disalurkan dalam bentuk supply bahan makanan, obat-obatan, maupun pembangunan infrastruktur yang hancur karena serangan rudal-rudal Israel.

Banyak saudara saya yang tergugah untuk ikut serta menunjukkan kepedulian baik dengan cara menyumbang dana, sampai dengan yang "hanya sekedar ikut-ikutan" meneruskan broadcast BBM nya saja ke teman-temannya. Supaya kelihatan peduli gitchu.. hahaa..

Tapi ......

Sadarkah kita, bahwa ternyata jika kita mau lebih teliti, mungkin ada saudara-saudara yang ada di sekitar kita justru lebih memerlukan bantuan kita secara langsung. 

Penahkah kita mengetahui bahwa tetangga sebelah rumah kita yang sudah menjadi janda tua sudah mempunyai beras untuk bekal makan hari ini dan besok ???

Pernahkah kita mengetahui bahwa tetangga satu komplek dengan rumah kita yang baru saja kena PHK dari tempatnya bekerja, tidak lagi memiliki uang untuk bekal anaknya yang perlu segera bayar SPP-nya ???

Pernahkan kita mengetahui bahwa salah satu anak buah kita di kantor ternyata menderita penyakit kronis, tetapi malu meminjam uang, sedangkan dia memerlukan sumbangan biaya pengobatannya ???

Pernahkah kita .....???

Karena itu, menurut saya, memang tidak ada yang salah dengan rasa simpatik yang Anda tunjukkan terhadap (yang Anda akui sebagai) saudara yang ada jauh disana....Bagus malahan...

Hanya saja, jika Anda begitu pedulinya dengan yang jauh, Apakah Anda sudah bisa meyakinkan diri Anda sendiri bahwa Anda sudah cukup peduli dengan yang dekat.. yang ada di sekitar Anda ???

Semuanya kembali kepada diri Anda. Karena saya hanya berArgumen.....

0 comments:

Post a Comment